NAMA P2MKP : eNHa   FARM
NAMA PENGELOLA : Midin Muhidin
ALAMAT : Jl. H. Bona No. 56 RT 01 RW 08 Kel. Limo Kec. Limo Kota Depok
TELP/HP/FAX/EMAIL : 021-97655556, 08176434677, Midin Muhidin@lintahindonesia.com
USAHA PERIKANAN YANG DIKELOLA : Budidaya dan Terapi Lintah
KAPASITAS PRODUKSI : 6000 ekor lintah / bulan
PRESTASI :

eNHa Farm – Jijik…!!! Mungkin itu reaksi pertama anda begitu melihat lintah. Tapi, perasaan jijik itu bisa jadi akan hilang begitu anda tahu kalau lintah bermanfaat bagi kesehatan, bahkan dapat memberikan penghasilan tambahan bila diternakan. Lintah yang termasuk dalam klasifikasi hewan tidak bertulan belakang (invertebrata), dan anggota filum Annelida dan klas Hirudinae ini memang memiliki manfaat besar bagi kesehatan. Tak kurang dari 15 jenis zat berkhasiat yang sudah terklasifikasi ada di dalam liur lintah, dan diperkirakan masih banyak lagi zat lainnya. Penelitian juga telah membuktikan khasiat lintah untuk mengatasi nyeri sendi, rematik, nyeri punggung, gangguan pendengaran, serta penyakit-penyakit yang berkaitan dengan pembuluh darah, seperti penyakit jantung, gangguan serebrovaskular, dan masih banyak lagi.

Karena itu tak heran bila dunia medis diberbagai Negara seperti Jerman, Amerika Serikat, Turki, Rusia telah memanfaatkan lintah sebagai salah satu media pengobatan. Di Jerman, Hirudin – salah satu zat yang ada di dalam lintah yang berfungsi sebagai zat antikoagulan (anti penggumpalan darah) – dibuat ekstraknya untuk digunakan dalam pengobatan gangguan jantung dan otak. Di Amerika Serikat, pengobatan dengan menggunakan lintah juga telah diakui oleh Badan FDA (Food and Drug Administration) sebagai metode pengobatan. Selain itu, lintah juga digunakan di dunia kosmetik maupun farmasi. Di Indonesia sendiri, saat ini terapi dengan menggunakan lintah juga mulai berkembang dan dikenal banyak orang. eNHa Farm bergerak dalam bidang udaha budidaya lintah sejak tiga tahun lalu. Nama eNHa Farm sendiri diambil dari kata Nurul Hidayat yang berarti “Cahaya Kehidupan”. Perkenalan dengan lintah berawal ketika orangtua Wahyu Istiqo Marga Cromer, salah satu pendiri usaha ini, menjalani teraoi lintah untuk penyakit stroke pada tahun 2007. Dari keterangan pada terapi lintah inilah eNHa Farm memulai usaha budidaya lintah. Dimulai dengan 400 ekor indukan lintah yang kemudian ditambah lagi jumlahnya secara bertahap, eNHa Farm pun memulai usaha mereka. Sambil menernakan lintah-lintah itu, eNHa Farm terus menguji coba berbagai langkah budidaya berdasarkan referensi-refersnsi yang ada, hingga akhirnya didapatkan cara yang efektif untuk membudidayakan lintah berdasarkan pengalaman dan uji coba selama 3 tahun terakhir ini. Saat ini eNHa Farm melayani kebutuhan para terapis di seluruh Indonesia dengan permintaan sekitar 7.000 hingga 10.000 ekor per bulan, dan sudah menjajaki peluang ke pasar Internasional.

Hingga saat ini, sudah dating permintaan dari pasar internasional seperti Mesir, Amerika Serikat, Cina dan Korea dengan kebutuhan sekitar 100 Kg hingga 1 ton lintah per bulan dalam bentuk segar maupun kering. Bidang usaha eNHa Farm sendiri tidak terbatas pada membudidayakan lintah saja, tapi juga memberikan jasa layanan berupa terapi lintah, konsultasi untuk budidaya lintah, serta menyediakan produk turunan lintah berupa minyak lintah dan lintah kering. Nantinya eNHa Farm diharapkan dapat menjadi sumber rujukan terpercaya untuk budidaya lintah, seperti yang tengah dirintis sebagai P2MKP (Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan) Kementerian Kelautan dan Perikanan saat ini. Dimasa yang akan datang, eNHa Farm juga akan menitikberatkan perhatiannya pada pembentukan dan pembinaan plasma-plasma diberbagai daerah guna membentuk komunitas pembudidaya lintah di Indonesia yang andal. Dengan dukungan dari pihak terkait dalam hal Kementerian Kelautan dan Perikanan, diharapkan dapat terbentuk sebuah sinergi yang baik antara eNHa Farm dan para plasmanya serta pihak pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai pengekspor lintah terbesar di dunia.

Silahkan isi komentar anda di bawah ini :

komentar