NAMA P2MKP : MATTUJUWALIE
NAMA PENGELOLA : Ruslan
ALAMAT : Burau Pantai Desa Burau Kec. Burau Kab. Luwu Timur
TELP/HP/FAX/EMAIL : (0474) 321510, 081355967768 dinaskelautanluwutimur@yahoo.co.id / fish97_tri@yahoo.com
USAHA PERIKANAN YANG DIKELOLA : Budidaya dan Pasca Panen Rumput Laut
KAPASITAS PRODUKSI : Luas lahan sekitar 2 Ha (400 bentangan) dengan jumlah produksi mencapai 3.790 kg dalam keadaan kering
PRESTASI :
  1. Penghargaan dari Bupati Luwu Timur sebagai Juara I Lomba Kelompok Perikanan Budidaya tingkat Kab. Luwu Timur Tahun 2010;
  2. Penghargaan Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) tingkat Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2010 sebagai tanda penghargaan atas keberhasilan dalam usaha komoditi rumput laut dan pengningkatan kesejahteraan petani nelayan.

Kabupaten Luwu Timur yang dimekarkan pada tahun 2003 dari Kab. Luwu Utara sebagai daerah otonom sendiri dan dikenal sebagai Bumi Batara Guru memiliki keanekaragaman potensi sumber daya alam yang sangat melimpah ruah diberbagai sektor untuk dikembangkan lebih optimal bagi kemakmuran masyarakat. Salah satu potensi yang belum tergarap dengan baik adalah sektor perikanan dan kelautan di kawasan teluk Bone utamanya dibidang budidaya. Salah satu komoditas utama didaerah ini yang menjadi primadona adalah budidaya rumput laut Euchema Cottoni disamping aktivitas sebagai nelayan tangkap yang telah turun temurun dilakukan.

Salah satu kelompok pembudidaya yang merintis sebagai pembudidaya rumput laut adalah kelompok Mattujuwalie yang dipimpin oleh Bpk. Ruslan. Berawal dari tayangan televisi tentang prospek dan teknik budidaya rumput laut di daerah Bali dan Ambon yang menjadi alternatif mata pencaharian bagi sebagaian masyarakat nelayan untuk meningkatkan kesejahteraan. Bpk. Ruslan berinisiatif untuk melakukan hal yang sama di Pantai Burau mengingat hasil perkebunan kakao yang diharapkan dirasa tidak dapat mencukupi kebutuhan keluarga yang semakin banyak. Awal mula menjalani kegiatan budidaya rumput laut dilakukan secara sedehana dari pembuatan pondasi, pengikatan bibit, pembersihan dan perawatan rumput laut, penyediaan bibit baru dan pengolahan hasil panen. Bibit rumput laut yang dibentangkan pertama kali berjumlah 10 bentangan dengan menggunakan tali rapia. Keinginan kuat untuk memperbaiki taraf hidup mewujudkan tekad yang tidak kenal putus asa, lahan yang semula hanya sekitar 1 Ha (200 bentangan = 1 Ha) menjadi 2 unit atau sekitar 400 bentangan dengan jumlah produksi mencapai 3.790 kg dalam keadaan kering. Kelompok Mattujuwalie senantiasa berupaya selalu memperhatikan penanganan pasca panen dan pemasaran hasil produksi rumput laut. Hal tersebut membawa kelompok Mattujuwalie melakukan kerjasama dan kontrak dengan perusahaan pembeli rumput laut yaitu PT. Rapid Internasional dan PT. Batara Bosowa.

Keuletan dan kegigihan dengan dibarengi kesabaran menjadi modal bagi kelompok Mattujuwalie untuk bertahan dan berjuang menghadapi segala tantangan sehingga dapat berhasil dan menjadi teladan bagi masyarakat lainnya. Pada tahun 2006 masyarakat Burau dan sekitarnya mulai berduyun-duyun mengembangkan budidaya rumput laut Euchema Cottoni dan Kelompok Mattujuwalie dengan bpk Ruslan sebagai ketua kelompoknya meluangkan sebagian waktunya untuk memberikan pelatihan budidaya rumput laut kepada masyarakat sekitar, bahkan ada masyarakat di luar Kab. Luwu Timur. Atas perannya melakukan pelatihan budidaya rumput laut kepada masyarakat maka, Pusat Pelatihan Kelautan dan Perikanan menetapkan kelompok Mattujuwalie sebagai Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan (P2MKP) pada tahun 2011.

Kesuksesan yang diraih oleh kelompok Mattujuwalie menghantarkan Desa Burau menjadi sentra pengembangan budidaya rumput laut di Bumi Batara Guru dan sekitarnya. Hal ini pun telah memberikan pengaruh yang sangat besar bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan menciptakan lapangan kerja yang luas dalam mengantisipasi pengangguran.

kelompok Mattujuwalie secara khusus menghaturkan terima kasih banyak kepada Kepala Badan Pengembangan SDM KP yang telah menetapkan kelompok Mattujuwalie sebagai Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan (P2MKP).

Silahkan isi komentar anda di bawah ini :

komentar