LOMBOKita – Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan (P2MKP) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), hingga saat ini sudah memiliki 16 mitra kerja sekaligus binaan dalam pengembangan dan pengolahan produk lokal pertanian dan kelautan yang berbasis pada home industri dan kelompok.

P2MKP ASKOT

Pengelola Lembaga P2MKP, Waluyo Trisetyono menuturkan, kehadiran lembaga ini sangat disambut positif oleh masyarakat meskipun dalam perjalanannya butuh waktu dan strategi dalam pemasaran hasil olahan dari binaannya khususnya yang masih pemula. “Kami sudah punya beberapa binaan kelompok. Di Mataram ada 8 kelompok, Lombok Barat 3 kelompok, Lombok Timur 2 kelompok, dan Bima 1 kelompokm” jelas Waluyo di Mataram, Selasa, (16/4/2013).

Pembentukan kelompok untuk dijadikan binaan yang diberikan training, Waluyo mengatakan mendahulukan keluarga, sehingga terbentuk sebuah home industri yang mudah untuk dikontrol. “Sekarang sudah bisa memproduksi manisan rumput laut rasa nanas. Ini kan menarik,” tegas Waluyo. Waluyo menjelaskan, untuk binaan pemula selalu mengalami kesulitan dalam pemasaran. Sebab, sulit untuk mendapatakan legalitas penjualan produk. “Akan tetapi kami punya sulusinya mereka bisa menggunakan merek dagang ASKOT dan itu sudah legal, dan sudah sering diaudit oleh Balai POM,” kata Waluyo.

Waluyo yang sejak tahun 2006 pernah berprofesi menjadi penyuluh pertanian swadaya ini bertekad untuk terus mengembangkan dan membina para petani untuk memanfaatkan hasil pertanian menjadi lebih berharga. (ari)

SUMBER : LOMBOKita

Silahkan isi komentar anda di bawah ini :

komentar