Tangerang-Banten merupakan suatu wilayah yang kaya akan potensi sumber daya alam, salah satu diantaranya lahan-lahan ex Galian namun belum dimanfaatkan secara optimal. Hal tersebut dapat diwujud dengan upaya memanfaatkan lahan ex galian sebagai lahan kegiatan budidaya ikan air tawar, selain wilayah tersebut dapat terjaga kelestariannya juga dapat meningkatkan ekonomi wilayah Tangerang-Banten. Mengingat Tangerang sudah menjadi kota padat penduduk, sehingga target pemasaran untuk penjualan hasil budidaya perikanan dapat dikatakan menjadi peluang yang sangat besar untuk para pembudidaya khususnya di Tangerang dan sekitarnya.

———————————————————————————————————————————————————

NAMA P2MKP : TAMAN ERPAK
NAMA PENGELOLA : Tatang Tisnasenjaya/H. Daud
ALAMAT : Jl. Kp. Erpak No.65 RT 05 RW 04 Desa Cisauk Kec. Cisauk Kab. Tangerang
TELP/HP/FAX/EMAIL : 021-91204301, 0816802682, T.Erpak@yahoo.com
USAHA PERIKANAN YANG DIKELOLA : Budidaya Ikan Nila dan Patin
KAPASITAS PRODUKSI : Produksi ikan nila, patin dan lele sekitar 10 ton / bulan
PRESTASI : Pembudidaya terbaik th. 2010 dari Kementerian Kelautan dan Perikanan

———————————————————————————————————————————————————

Seiring dengan berjalannya program Kementerian Kelautan dan Perikanan, Pemerintahan Pusat, Provinsi Bantendan Kabupaten Tangerang mulai meningkatkan potensi sumberdaya perikanannya, melalui penyuluhan serta bantuan kepada para pembudidaya agar sumber daya alam yang ada di sekitarnya dapat dijadikan lahan budidaya.

Taman Erpak merupakan salah satu kegiatan usaha perikanan yang ada di Kabupaten Tangerang-Banten, untuk mengelola sumber daya alam,berawal dari kegiatan budidaya ikan patin dan nila, kemudian terbentuklah Riak Erpak yang anggotanya sebagian besar merupakan karyawan ex galian. Saat ini Riak Erpak telah berganti nama menjadi Taman Erpak, dan kepengurusan banyak melibatkan masyarakat Tangerang-Banten.

Taman Erpak merupakan suatu badan usaha yang bergerak dibidang perikanan dengan memanfaatkan lahan ex galian atau bekas penggalian pasir. Taman Erpak didirikan pada tahun 2007, dengan tujuan untuk mengembangkan usaha budidaya ikan air tawar dilahan ex galian tersebut. Selain itu Taman Erpak diharapkan dapat membantu program pemerintah untuk meningkatkan hasil produksi perikanan di Provinsi Banten, serta mengenalkan hasil budidaya ikan air tawar kepada masyarakat sekitar sehingga dapat menarik minat masyarakat untuk mengkonsumsi ikan.

Taman Erpak memiliki luas keseluruhan ± 1,5 ha, terdapat pada wilayah Kelurahan Cisauk, Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tanggerang, Provinsi Banten. Berdasarkan hasil arahan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Banten dan Kabupaten Tangerang agar memanfaatkan lahan ex galian golongan c untuk usaha budidaya. Mengingat semakin bertambahnya penduduk khususnya di daerah Tangerang-Banten dan sumberdaya alam yang masih belum termanfaatkan.

Sejak Taman Erpak dirintis dan dibangun hanya memiliki usaha yang bergerak dibidang budidaya ikan air tawar dengan menggunakan Keramba Jaring Apung, namun saat ini telah berkembang sehingga memiliki usaha lain yang bergerak dibidang pemancingan, rumah makan dan bekerja sama dengan koperasi.

Adapun ikan yang menjadi komoditas budidaya Taman Erpak adalah ikan nila merah, patin, mas, bawal dangurame.Dengan ikan nila merah, gurame dan patin sebagai komoditas unggulannya.Ikan nila merah merupakan ikan yang paling banyak diminati oleh masyarakat karena ikan nila merah selain mudah dibudidayakan, ikan nila merah memiliki nilai jual yang tinggi, rasa dagingnya pun lezat dan gurih serta rendemen daging yang tebal, kandungan proteinnya yang tinggi yaitu 17 % juga mempunyai serat yang kasar dan tidak banyak duri (Mutialyta).

Selain rasanya yang enak, nilai protein daging patin juga tergolong tinggi, mencapai 68,6%. Kandungan gizi lainnya adalah lemak 5,8%, abu 5%. Berat ikan setelah disiangi sebesar 79,7% dari berat awalnya, sedangkan fillet yang diperoleh dari bobot ikan seberat 1-2 kg mencapai 61,7%,(Amri dan Khairuman, 2009). Namun ikan patin termasuk ikan yang masih kurang diminati oleh masyarakat sekitar pulau Jawa, diharapkan dengan adanya usaha ini dapat menarik masyarakat untuk mengkonsumsi ikan patin.

Adapun fasilitas sarana dan prasarana yang dapat menunjang kegiatan usaha budidaya ikan di Taman Erpak yaitu :

Kolam pembenihan

Terdiri dari 12 kolam untuk pembenihan ikan nila merah, 10 kolam dengan luas kolam berkisar ± 27 m2/ kolam, dan dua kolam dengan luas ± 45 m2/kolam.

Kolam pendederan

Terdiri dari 4 kolam untuk pendederan ikan nila merah dan bawal, dengan luas kolam ± 25 m2/kolam.

Kolam penampungan induk

Terdiri dari 3 kolam untuk penampungan induk dengan luas kolam berkisar 16 m2/kolam, 1 kolam untuk penampungan ikan nila merah super dengan luas kolam berkisar antara 300 m2.

Keramba Jaring Apung

Terdiri dari 4 set yang masing-masing terdiri dari 4 unit keramba masing-masing dengan ukuran jaring ±7x7x3 m. dan 2 diantaranya dilengkapi dengan jaring kolor dengan ukuran ±17x17x5,5 m.

Kolam pemancingan

Kolam pemancingan yang terdapat pada Taman Erpak hanya dijadikan sebagai sarana penunjang dari kegiatan utama yaitu kegiatan budidaya ikan, dengan kata lain kolam pemancingan tersebut dijadikan sebagai alat promosi untuk memperkenalkan produk apa saja yang terdapat pada kegiatan usaha ini. Selain itu kolam pemancingan ini juga berfungsi sebagai alat refreshing atau sebagai daya tarik untuk dijadikan tempat wisata.

Rumah makan

Rumah makan yang terdapat pada Taman Erpak memiliki fungsi sebagai sarana penunjang atau promosi yang dapat dijadikan daya tarik untuk meningkatkan minat konsumsi ikan hasil budidaya.

Mes karyawan

Mes karyawan ini dibagun untuk memfasilitasi karyawan yang berdomisili jauh dari lokasi kerja sehingga mempermudah para karyawan selama masa bekerja.

Pusat pemasaran ikan air tawar (dalam tahap rencana pembangunan)

Silahkan isi komentar anda di bawah ini :

komentar