TELUK BANTEN adalah P2MKP dengan bidang usaha Budidaya dan Pasca Panen Rumput Laut yang berlokasi Jl. Salira Kp. Pasir Putih RT 03 RW 04 Desa Pulo Panjang Kec. Pulo Ampel Kab. Serang yang dikelola oleh Bpk. Misnan. Berikut profilnya :

NAMA P2MKP : TELUK BANTEN
NAMA PENGELOLA : Misnan
ALAMAT : Jl. Salira Kp. Pasir Putih RT 03 RW 04 Desa Pulo Panjang Kec. Pulo Ampel Kab. Serang
TELP/HP/FAX/EMAIL : 087871671128
USAHA PERIKANAN YANG DIKELOLA : Budidaya dan Pasca Panen Rumput Laut (Kering, Basah)
KAPASITAS PRODUKSI : Produksi rumput laut basah 3 – 4 ton / 45 – 50 hari masa panen, rumput laut kering 8 – 9 kuintal / 45 – 50 hari masa panen. Kelompok Binaan P2MKP Teluk Banten 15 – 20 ton / 45 – 50 hari masa panen. Pengolahan rumput laut merupakan produk sampingan yang produksinya berdasarkan pesanan dari lokal maupun luar pulo panjang.
PRESTASI :  –

Pulau-pulau, perairan dan pesisir Teluk Banten selain memiliki kawasan budidaya laut dan penangkapan ikan, juga wisata bahari (terumbu karang, diving, sejarah) khususnya Pulau Panjang. Pulau Panjang yang merupakan satu desa, yaitu Desa Pulo Panjang Kecamatan Pulo Ampel Kabupaten Serang yang dapat ditempuh dengan perjalanan perahu motor + 1 (satu) jam dari dermaga Karangantu-Kota Serang atau 15-20 menit dari dermaga Grenyang Bojonegara-Kab.Serang, selain memiliki potensi perairan padang lamun sepanjang pantai, dengan kemampuan masyarakatnya membudidayakan rumput laut (400 KK, budidaya rumput laut terpanjang) sehingga menjadikannya sebagai kawasan utama rumput laut Teluk Banten termasuk pengolahannya (rumput laut tawar/basah, asin/kering, dodol). Kapasitas produksi dari kelompok Teluk Banten adalah rumput laut basah 3 – 4 ton / 45 – 50 hari masa panen, rumput laut kering 8 – 9 kuintal / 45 – 50 hari masa panen.

Kelompok Binaan P2MKP Teluk Banten 15 – 20 ton / 45 – 50 hari masa panen. Pengolahan rumput laut merupakan produk sampingan yang produksinya berdasarkan pesanan dari lokal maupun luar pulo panjang. Selain itu juga terbiasa menularkan pengalamannya kepada masyarakat luar (getok tular), hal tersebut dikarenakan memiliki fasilitator, pelatih yang dibutuhkan untuk mendukung penyelenggaraan suatu pelatihan, memiliki lahan/objek usaha perdesaan di bidang budidaya dan pengolahan rumput laut yang layak dicontoh, ditiru dan dipelajari sebagai kecakapan hidup (life skills) oleh masyarakat, antara lain manajemen usaha, teknologi budidaya, penanganan panen, dan pengolahan pasca panen, pemasaran, pengembangan usaha, melayani kegiatan masyarakat untuk berkunjung, berkonsultasi, belajar, dan atau berlatih. Bentuk pelayanan direncanakan, dilaksanakan dan dievaluasi sesuai kaidah normatif berdasarkan kesepakatan antara pengelola dengan pengguna, memiliki potensi sarana prasarana dengan standar pelatihan minimal sesuai bidang usaha, namun perlu dikembangkan, memiliki potensi tempat akomodasi bagi peserta, baik dirumah masyarakat, pengelola, maupun tempat lain disekitarnya, memiliki tempat bertatap muka dan belajar, memiliki rencana kegiatan berlatih-melatih.

Berdasarkan potensi dan latar belakang yang terdapat di Teluk Banten, maka pada tahun 2009 Pusat Pelatihan Kelautan dan Perikanan menetapkan Teluk Banten sebagai cikal bakal terbentuknya Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan (P2MKP) melalui pelatihan Persiapan Pembentukan P2MKP.

Keberadaan P2MKP Teluk Banten di Pulo Panjang Serang sangat diperlukan dan sangat bermanfaat bagi masyarakat sekitar khususnya. Teluk Banten sangat berperan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan adanya penyediaan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar, serta banyaknya permintaan untuk magang atau berlatih bahkan banyak dari masyarakat luar Pulo Panjang Kab. Serang.

Silahkan isi komentar anda di bawah ini :

komentar