Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan (P2MKP) terus meningkatkan pelayanan di bidang pelatihan dan sertifikasi dalam rangka mencetak sumber daya manusia (SDM) yang unggul. Upaya tersebut dilakukan untuk mendukung peningkatan keterampilan masyarakat, khususnya dalam bidang kelautan dan perikanan. Salah satu bentuk pelaksanaannya adalah melalui Badan Layanan Umum (BLU) Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Tegal, Jawa Tengah.

Peningkatan kualitas pelayanan menjadi bagian penting dalam mendukung pengembangan kompetensi masyarakat di sektor kelautan dan perikanan. Melalui pelatihan dan sertifikasi, masyarakat diharapkan dapat memperoleh pengetahuan serta keterampilan yang sesuai dengan bidang usaha dan pekerjaan yang dijalankan.

Baca Juga : Monitoring Kualitas Air Berbasis IoT untuk Budidaya Ikan Baung

Peningkatan Pelayanan Pelatihan Kelautan dan Perikanan

Peningkatan pelayanan yang dimaksud berupa penyediaan barang atau jasa tanpa mengutamakan pencarian keuntungan. Dalam pelaksanaannya, kegiatan tersebut didasarkan pada prinsip efisiensi dan produktivitas. Prinsip ini menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan pelayanan kepada masyarakat agar kebutuhan pelatihan dapat dipenuhi secara efektif.

Pelatihan perikanan dilaksanakan oleh enam balai yang bermitra dengan 263 Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan (P2MKP) di berbagai daerah. Selain itu, sebanyak 6.462 penyuluh telah diterjunkan di seluruh kabupaten dan kota di Indonesia.

Peningkatan pelayanan juga menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara lembaga pelatihan dan masyarakat. Dengan dukungan pelatihan yang sesuai kebutuhan, masyarakat dapat meningkatkan pemahaman mengenai bidang usaha yang dijalankan serta mengembangkan keterampilan yang diperlukan.

BPPP Tegal sebagai Balai Pelatihan Perikanan

BPPP Tegal merupakan balai pelatihan perikanan tertua di Indonesia. Balai ini menyelenggarakan pelatihan dalam berbagai bidang, meliputi penangkapan ikan, permesinan, budi daya, pengolahan perikanan, serta kepelautan dan pergaraman.

Ragam bidang pelatihan tersebut menunjukkan cakupan kegiatan yang mendukung pengembangan kompetensi sumber daya manusia di sektor kelautan dan perikanan. Setiap bidang memiliki kebutuhan keterampilan yang berbeda sehingga penyelenggaraan pelatihan perlu memperhatikan karakteristik pekerjaan dan kegiatan usaha yang menjadi sasaran.

Pelatihan di bidang penangkapan ikan berkaitan dengan keterampilan yang dibutuhkan dalam kegiatan penangkapan. Sementara itu, bidang permesinan, budi daya, dan pengolahan perikanan mendukung kebutuhan kompetensi yang berbeda sesuai dengan kegiatan masing-masing. Pelatihan kepelautan dan pergaraman juga menjadi bagian dari cakupan layanan yang diselenggarakan BPPP Tegal.

Wilayah kerja BPPP Tegal mencakup pelaku usaha dalam berbagai bidang perikanan. Jumlah pelaku usaha di bidang budi daya perikanan tercatat sebanyak 375.000 orang, sedangkan pelaku usaha di bidang pengolahan perikanan berjumlah lebih dari satu juta orang.

Selain itu, terdapat 375.000 orang di bidang permesinan perikanan. Untuk mendukung pendampingan kepada masyarakat dan pelaku usaha tersebut, terdapat 606 orang yang bertugas sebagai penyuluh.

Data tersebut menggambarkan luasnya cakupan masyarakat yang berkaitan dengan kegiatan perikanan di wilayah kerja BPPP Tegal. Keberadaan penyuluh menjadi bagian penting dalam mendampingi masyarakat pelaku usaha, termasuk dalam mendukung penyebaran informasi dan pengetahuan yang relevan dengan kegiatan mereka.

Pengembangan Pelatihan untuk Meningkatkan Kompetensi SDM

Dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, pelatihan-pelatihan lainnya akan terus dikembangkan. Upaya ini menjadi bagian dari langkah untuk memperluas layanan pelatihan sekaligus mendukung peningkatan kompetensi sumber daya manusia.

Dalam proses pengembangan empat pelatihan tersebut, terdapat keterlibatan Kementerian Perhubungan. Apabila disetujui, BPPP Tegal akan menjadi unit kerja Kementerian Kelautan dan Perikanan pertama yang menyelenggarakan pelatihan tersebut.

Rencana pengembangan pelatihan ini menunjukkan adanya upaya untuk memperluas jenis layanan yang dapat diberikan kepada masyarakat. Pelaksanaan pelatihan tetap memerlukan proses sesuai ketentuan dan persetujuan yang berlaku.

Sebagai informasi, BPPP Tegal ditetapkan sebagai Badan Layanan Umum (BLU) pada hari Rabu berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 526/KMK.05/2021.

BLU merupakan instansi di lingkungan pemerintah yang dibentuk untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dalam penyelenggaraannya, BLU berorientasi pada peningkatan pelayanan dengan menerapkan prinsip efisiensi dan produktivitas tanpa mengutamakan pencarian keuntungan.

Keberadaan BLU bertujuan untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dalam rangka memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Dalam konteks BPPP Tegal, status tersebut berkaitan dengan penyelenggaraan pelayanan di bidang pelatihan dan penyuluhan perikanan.

Melalui peningkatan pelayanan, pengembangan program pelatihan, serta kerja sama dengan berbagai pihak, upaya mencetak sumber daya manusia unggul di sektor kelautan dan perikanan dapat terus didukung. Peran BPPP Tegal bersama P2MKP dan para penyuluh menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap pelatihan dan peningkatan keterampilan.