
Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Probolinggo menyelenggarakan pelatihan teknis budidaya ikan air tawar di Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan (P2MKP) Fish Boster Centre, Sidoarjo, pada 23–25 Juli 2024. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut didanai melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).
Pelatihan ini diikuti oleh pendamping teknis dan para pembudidaya ikan. Kegiatan dirancang untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan peserta dalam mengelola usaha budidaya ikan air tawar, mulai dari persiapan kolam, pemeliharaan ikan, pengelolaan pakan, hingga penanganan hasil panen.
Telusuri Selengkapnya : Kapuslatluh KP Tinjau P2MKP Karya Lestari Tetap Eksis
Hari Pertama: Pembukaan dan Penyampaian Materi Budidaya Ikan
Pelatihan dimulai pada Selasa. Kegiatan hari pertama diawali dengan laporan pelaksanaan kegiatan yang disampaikan oleh Kepala Bidang Perikanan Budidaya. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan sambutan Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Probolinggo serta sambutan Direktur PT Indosco Dwi Jaya Sakti sebagai perwakilan dari Fish Boster Centre.
Ia berharap ilmu dan keterampilan yang didapatkan selama pelatihan dapat mendukung perkembangan usaha budidaya ikan di daerah tersebut. Dengan demikian, kegiatan pelatihan tidak hanya menjadi sarana memperoleh pengetahuan, tetapi juga dapat memberikan manfaat nyata bagi para pembudidaya.
Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian sejumlah materi teknis. Materi pertama membahas budidaya ikan lele dengan sistem yang disampaikan oleh Akhmad Fauzan Arifin, Teknisi Budidaya Ikan Air Tawar P2MKP Fish Boster Centre.
Hari Kedua: Praktik Pengelolaan Kolam dan Kualitas Air
Memasuki hari kedua, Pelatihan difokuskan pada kegiatan praktik langsung. Peserta mendapatkan kesempatan untuk mempelajari berbagai tahapan teknis yang berkaitan dengan pengelolaan media budidaya dan pemeliharaan ikan.
Praktik yang dilakukan meliputi pembuatan fermentasi, persiapan kolam, manajemen pemberian pakan ikan, serta pengelolaan kualitas air. Materi tersebut menjadi bagian penting dalam kegiatan budidaya karena kondisi kolam dan kualitas air berkaitan dengan lingkungan tempat ikan dipelihara.
Persiapan kolam merupakan salah satu tahapan awal yang perlu diperhatikan sebelum kegiatan budidaya dimulai. Peserta mempelajari proses persiapan tersebut sebagai bagian dari upaya menciptakan kondisi media pemeliharaan yang sesuai untuk ikan.
Selain itu, manajemen pakan juga menjadi perhatian dalam praktik hari kedua. Pemberian pakan merupakan bagian dari kegiatan pemeliharaan yang perlu dikelola dengan baik agar kebutuhan ikan selama masa pertumbuhan dapat diperhatikan.
Pada hari kedua, peserta juga mengikuti proses grading dan panen. Kegiatan grading dilakukan untuk membantu memastikan keseragaman ukuran ikan, sedangkan praktik panen memberikan pengalaman mengenai tahapan akhir dalam proses produksi budidaya.
Melalui rangkaian praktik tersebut, peserta dapat mengenali berbagai kegiatan teknis yang diperlukan dalam pengelolaan usaha perikanan air tawar.
Hari Ketiga: Praktik Penebaran Benih dan Pengolahan Hasil Perikanan
Praktik penebaran fermentasi dilakukan sebagai bagian dari persiapan air kolam sebelum digunakan untuk kegiatan budidaya. Peserta juga mempelajari proses aklimatisasi sebelum penebaran bibit ikan. Tahapan ini menjadi bagian dari pengenalan prosedur penebaran benih agar peserta memahami proses penyesuaian ikan terhadap kondisi lingkungan kolam.
Selain praktik budidaya, peserta mendapatkan pengalaman mengenai pengolahan hasil perikanan melalui pembuatan fillet ikan lele. Materi ini memperkenalkan aspek pascapanen sebagai bagian dari rangkaian kegiatan perikanan.
Pengolahan fillet menjadi salah satu materi yang melengkapi pembelajaran peserta. Dengan adanya materi tersebut, pelatihan tidak hanya membahas proses pemeliharaan ikan sampai panen, tetapi juga memperkenalkan pengolahan hasil setelah ikan dipanen.
Rangkaian praktik pada hari ketiga dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada peserta mengenai berbagai tahapan kegiatan budidaya ikan air tawar. Mulai dari persiapan media pemeliharaan, penebaran benih, proses budidaya, hingga pengolahan hasil perikanan.
Materi mengenai budidaya ikan lele dan nila, pembuatan pakan mandiri, pengendalian hama dan penyakit, serta pengelolaan kualitas air menjadi bekal bagi peserta untuk mengembangkan kegiatan usaha perikanan. Sementara itu, praktik persiapan kolam, grading, panen, dan penebaran benih memberikan pengalaman langsung mengenai tahapan teknis budidaya.
Melalui penyelenggaraan pelatihan di P2MKP Fish Boster Centre, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Probolinggo berharap para pembudidaya dapat mengembangkan usaha secara lebih baik dan produktif.
Pada akhirnya, peningkatan kemampuan sumber daya manusia di sektor perikanan diharapkan dapat mendukung peningkatan produksi perikanan budidaya di Kota Probolinggo. Upaya tersebut juga diharapkan berkontribusi terhadap ketersediaan pangan, penguatan ketahanan pangan, serta pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.
Leave a Reply