
Berbagai kegiatan pelatihan telah diselenggarakan P2MKP Dejeefish untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat di sektor perikanan. Programnya mencakup budidaya ikan air tawar hingga pengolahan hasil perikanan yang memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi usaha produktif.
Di bawah kepemimpinan Deni Rusmawan, P2MKP Dejeefish berkembang menjadi salah satu tempat pembelajaran. Baik itu masyarakat, pelaku usaha, mahasiswa, dan berbagai kalangan yang ingin mendalami bidang kelautan dan perikanan.
Baca Juga : Pembinaan P2MKP Tamansari untuk Tingkatkan Budidaya Ikan
Selenggarakan Pelatihan Budidaya dan Pengolahan Hasil Perikanan
P2MKP Dejeefish menyelenggarakan beragam pelatihan budidaya ikan air tawar, antara lain budidaya lele, gurame, nila, mas, patin, dan bawal. Selain itu, lembaga ini juga memberikan pelatihan pengolahan hasil perikanan, seperti (pembuatan nugget ikan, abon ikan, sosis ikan).
Materi pelatihan dirancang dengan perbandingan 25 persen teori dan 75 persen praktik. Komposisi tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk lebih banyak mempelajari keterampilan secara langsung.
Khusus pelatihan budidaya ikan air tawar, kegiatan praktik dilaksanakan di lokasi pembudidaya dengan pendampingan pelatih yang memiliki keahlian di bidangnya.
Metode pembelajaran tersebut diharapkan membantu peserta memahami tahapan kegiatan usaha perikanan secara lebih nyata. Peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan dasar, tetapi juga kesempatan mempelajari penerapan teknik budidaya dan pengolahan hasil perikanan.
Peserta Pelatihan Berasal dari Berbagai Wilayah Indonesia
Jangkauan kegiatan P2MKP Dejeefish telah menarik peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Peserta tercatat berasal dari Aceh, Medan, Lampung, Riau, Batam, Ambon, Natuna, Balikpapan, Banjarmasin, Bengkulu dan sejumlah daerah lainnya.
Peserta juga datang dari Tasikmalaya, Banjar, Ciamis, Sukabumi, Garut, Tangerang, Kendari, Kupang, Manado, Makassar, Padang, Ternate, Timika, hingga Sampit.
Hingga data yang disampaikan, P2MKP Dejeefish telah melatih sekitar 6.000 orang. Pesertanya berasal dari kalangan pembudidaya ikan, pegawai BUMN, aparatur sipil negara yang akan memasuki masa purnabakti, pegawai swasta, mahasiswa, dan pelajar.
Bentuk kegiatannya beragam, mulai dari pelatihan, magang atau praktik kerja lapangan (PKL), studi banding, hingga fisheries edutourism.
P2MKP Dejeefish juga memiliki pengalaman menjalin kerja sama dengan pihak luar negeri. Di bawah kepemimpinan Deni Rusmawan, lembaga ini pernah bekerja sama dengan Pemerintah Kerajaan Kelantan, Malaysia, dalam penyelenggaraan pelatihan kewirausahaan budidaya perikanan air tawar.
Dejeefish juga pernah ditunjuk Kementerian Kelautan dan Perikanan sebagai tempat pelatihan internasional dengan peserta dari Malaysia, Fiji, dan Kamboja.
Pengalaman tersebut menunjukkan jangkauan kegiatan pelatihan Dejeefish yang tidak hanya melibatkan peserta dari dalam negeri, tetapi juga pernah menjangkau peserta internasional.
Dalam pengembangan jejaring kelembagaan, Dejeefish tergabung dalam Forum Komunikasi P2MKP Nasional. Forum yang dibentuk Kementerian Kelautan dan Perikanan ini menjadi wadah bagi lembaga P2MKP untuk membangun komunikasi, berbagi pengetahuan, serta memperkuat kegiatan di bidang kelautan dan perikanan.
Menjadi Tempat Uji Kompetensi Bidang Perikanan
Selain menyelenggarakan pelatihan, P2MKP Dejeefish ditetapkan sebagai Tempat Uji Kompetensi (TUK) bidang perikanan budidaya dan pengolahan hasil perikanan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Kelautan dan Perikanan (LSP-KP). Berdasarkan informasi yang diberikan, lembaga ini didukung oleh 23 asesor.
Keberadaan TUK tersebut membuka peluang bagi masyarakat untuk mengikuti proses pengujian kompetensi sesuai bidang keahlian. Dejeefish juga menyatakan kesiapan bekerja sama dengan pemerintah dalam mendukung peningkatan kompetensi tenaga kerja, termasuk bagi masyarakat yang ingin mengembangkan usaha perikanan dan peserta program Kartu Prakerja.
Peningkatan kompetensi diharapkan dapat menjadi bekal untuk mencari pekerjaan, mengembangkan kemampuan diri, maupun merintis usaha. Perhatian juga diarahkan kepada pekerja yang dirumahkan serta pelaku usaha mikro dan kecil yang terdampak kondisi ekonomi.
P2MKP Dejeefish memiliki sejumlah prestasi yang diperoleh dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, antara lain juara pertama kategori kinerja terbaik P2MKP tingkat nasional dan penghargaan Adibakti Mina Bahari. Lembaga ini juga disebut memiliki Sertifikat Cara Pembenihan Ikan yang Baik (CPIB).
Selain kegiatan pelatihan, Dejeefish menjalankan sejumlah kegiatan usaha, meliputi budidaya ikan air tawar berkualitas, jasa pengiriman kargo ikan domestik dan luar negeri, serta penjualan peralatan dan obat-obatan perikanan.
P2MKP Dejeefish memiliki peran strategis dalam mendukung ketersediaan sumber daya manusia terlatih di sektor kelautan dan perikanan.
Melalui kegiatan pelatihan, pengujian kompetensi, kerja sama, dan pengembangan usaha, Dejeefish diharapkan terus berkontribusi dalam mencetak tenaga kerja yang terampil serta mendorong tumbuhnya wirausaha perikanan yang kompeten dan berdaya saing.
Leave a Reply