
Pengelola Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan (P2MKP) Amphibi Padanglancat, Marihot Anton Sihombing, menerima kunjungan mahasiswa Program Studi Akuakultur Sekolah Tinggi Perikanan Matauli untuk melaksanakan praktikum lapangan. Kegiatan yang berlangsung baru-baru ini tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman langsung mengenai kegiatan budidaya perikanan.
Praktikum lapangan ini disambut antusias oleh pengelola P2MKP maupun para mahasiswa. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan dapat memperluas pengetahuan, meningkatkan keterampilan teknis, serta memahami penerapan ilmu akuakultur yang telah dipelajari selama perkuliahan.
Baca Selengkapnya : Melatih Ibu Rumah Tangga di Pulo Aceh P2MKP Ikan Tongkol
P2MKP Amphibi Padanglancat Dukung Pembelajaran Praktis Mahasiswa
Marihot Anton Sihombing selaku pengelola P2MKP Amphibi Padanglancat menyambut baik kedatangan mahasiswa Sekolah Tinggi Perikanan Matauli. P2MKP terima praktikum mahasiswa ini dapat memberikan pengalaman belajar yang bermanfaat sekaligus mempererat hubungan antara lembaga pendidikan dan pelaku usaha di sektor perikanan.
Menurut Marihot, pembelajaran secara langsung di lapangan memiliki peran penting dalam membantu mahasiswa memahami proses budidaya perikanan. Dengan melihat dan terlibat langsung dalam kegiatan operasional, mahasiswa dapat memperoleh gambaran yang lebih menyeluruh mengenai praktik akuakultur.
“Kami ingin memastikan mahasiswa mendapatkan pemahaman langsung tentang praktik akuakultur yang berkelanjutan,” ujarnya.
Ia juga berharap kegiatan semacam ini dapat menjadi sarana pertukaran pengetahuan antara pengelola P2MKP dan lingkungan akademik. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang kelautan dan perikanan.
Selama praktikum berlangsung, mahasiswa diperkenalkan dengan berbagai aspek kegiatan akuakultur. Materi yang dipelajari mencakup proses budidaya ikan, pengelolaan lingkungan perairan, hingga kegiatan teknis yang mendukung keberhasilan usaha budidaya.
P2MKP Amphibi Padanglancat memiliki sejumlah fasilitas pendukung kegiatan pelatihan, di antaranya kolam budidaya dan hatchery atau fasilitas pembenihan dalam ruangan. Keberadaan fasilitas tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengenal tahapan kegiatan perikanan secara lebih dekat.
Mahasiswa Pelajari Berbagai Tahapan Budidaya Ikan
Selain memperoleh penjelasan dari pengelola, mahasiswa juga berkesempatan mengamati aktivitas budidaya secara langsung. Mereka mengikuti sejumlah kegiatan lapangan, seperti pemberian pakan ikan dan pemantauan kualitas air.
Kegiatan tersebut membantu mahasiswa memahami bahwa keberhasilan budidaya tidak hanya ditentukan oleh proses pemeliharaan ikan. Pengelolaan kualitas air, pemberian pakan yang tepat, serta pemantauan kondisi lingkungan perairan juga menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan dan pertumbuhan ikan.
Melalui praktik tersebut, mahasiswa dapat menghubungkan teori yang diperoleh di bangku kuliah dengan kondisi nyata di lapangan. Pengalaman ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman sekaligus keterampilan mereka dalam menghadapi berbagai situasi selama menjalankan kegiatan budidaya.
Selain mempelajari kegiatan teknis budidaya, mahasiswa juga mendapatkan tambahan wawasan mengenai inovasi dalam bidang akuakultur. Pembahasan mencakup pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi kegiatan perikanan.
Pengenalan inovasi tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi perkembangan sektor perikanan. Penerapan teknologi dan pengelolaan yang tepat dapat membantu pelaku usaha meningkatkan efektivitas kegiatan budidaya sekaligus memperhatikan keberlanjutan lingkungan.
Mahasiswa juga memperoleh gambaran mengenai tantangan dan peluang dalam pengembangan usaha akuakultur. Dengan demikian, praktikum tidak hanya memberikan pengetahuan teknis, tetapi juga memperluas wawasan mengenai kebutuhan dan perkembangan dunia usaha perikanan.
Perkuat Kerja Sama Dunia Pendidikan dan P2MKP
Praktikum lapangan ini sekaligus menjadi momentum untuk mempererat kerja sama antara P2MKP Amphibi Padanglancat dan Sekolah Tinggi Perikanan Matauli. Sinergi antara lembaga pelatihan dan institusi pendidikan diharapkan dapat membuka lebih banyak kesempatan pembelajaran berbasis praktik bagi mahasiswa.
Marihot Anton Sihombing berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan lapangan menjadi salah satu upaya untuk mendukung lahirnya sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan kesiapan kerja di bidang akuakultur.
Pada akhir kegiatan, mahasiswa bersama pengelola P2MKP mengadakan sesi diskusi dan evaluasi. Dalam kesempatan tersebut, kedua pihak berbagi pengalaman serta menyampaikan hal-hal yang diperoleh selama praktikum berlangsung.
Salah seorang mahasiswa menyampaikan apresiasi atas kesempatan belajar yang diberikan oleh P2MKP Amphibi Padanglancat. Pengalaman tersebut dinilai berharga karena memberikan gambaran nyata mengenai aktivitas budidaya perikanan dan menjadi bekal untuk menghadapi dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikan.
“Kami berterima kasih kepada P2MKP atas kesempatan yang diberikan. Ini menjadi pengalaman berharga bagi kami untuk menghadapi dunia kerja di masa depan,” ungkapnya.
Kegiatan praktikum lapangan ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi mahasiswa sekaligus memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan sektor usaha perikanan. Melalui pembelajaran langsung, pertukaran pengetahuan, dan pengenalan inovasi, pengembangan kompetensi sumber daya manusia akuakultur diharapkan dapat terus meningkat.
Leave a Reply