
Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (7/5) tersebut dilaksanakan di lokasi budidaya P2MKP Mina Mulya, Jalan KH Mas’ud, Desa Tridaya Sakti, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis dalam mengembangkan inovasi teknologi yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan pelaku usaha lokal.
Melalui observasi tersebut, NSC berupaya mengidentifikasi kebutuhan pelaku usaha budidaya ikan hias sekaligus melihat peluang penerapan teknologi informasi dalam pengelolaan bisnis akuakultur. Hasil pengamatan diharapkan menjadi dasar untuk mengembangkan solusi digital yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Informasi Lebih Lanjut : Pemprov Jateng Dukung Pemberdayaan Masyarakat P2MKP
NSC Universitas Nusa Mandiri Jajaki Potensi Digitalisasi
Dalam kunjungan tersebut, tim NSC bertemu dengan Didi selaku Ketua Forum P2MKP bisnis ikan hias digitalisasi. Pertemuan dimanfaatkan untuk berdiskusi mengenai kondisi usaha, tantangan distribusi, serta peluang pengembangan bisnis melalui pemanfaatan teknologi digital.
Diskusi tersebut menjadi bagian penting dalam memahami kebutuhan pelaku usaha secara langsung. Dengan mengetahui kondisi operasional dan kendala yang dihadapi, pengembangan teknologi diharapkan tidak hanya berorientasi pada inovasi, tetapi juga mampu memberikan solusi terhadap persoalan nyata.
Sektor budidaya ikan hias dinilai memiliki peluang ekonomi yang menjanjikan. Namun, pengelolaan usaha dan distribusi produk membutuhkan dukungan sistem yang efektif agar kegiatan bisnis dapat berjalan lebih terorganisasi.
Karena itu, NSC melakukan pengamatan terhadap unit budidaya akuakultur untuk mengidentifikasi kemungkinan penerapan teknologi informasi dan sistem manajemen operasional berbasis digital.
Salah satu perhatian utama dalam kegiatan observasi adalah pengembangan solusi digital untuk mendukung distribusi ikan hias. Sistem distribusi yang lebih efektif dan terintegrasi diharapkan dapat membantu pelaku usaha mengelola proses pemasaran serta memperluas jangkauan konsumen.
Digitalisasi Distribusi Ikan Hias Jadi Fokus Observasi
Pemanfaatan teknologi digital berpotensi mendukung pengelolaan informasi produk, komunikasi dengan pelanggan, hingga koordinasi distribusi. Dengan sistem yang tepat, pelaku usaha dapat memperoleh kemudahan dalam mengelola aktivitas bisnis dan meningkatkan efisiensi operasional.
Kepala Nusa Mandiri Startup Center, Siti Nurlela, mengatakan bahwa sektor budidaya ikan hias memiliki peluang besar untuk dikembangkan melalui inovasi startup digital. Menurutnya, pengembangan teknologi perlu diawali dengan memahami kebutuhan mitra agar solusi yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan kondisi usaha.
“Budidaya ikan hias memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan. Melalui observasi ini, NSC ingin melihat secara langsung kebutuhan mitra agar nantinya dapat dikembangkan solusi digital yang relevan,” ujarnya dalam rilis yang diterima pada Senin (11/5).
Siti Nurlela menambahkan bahwa transformasi digital bagi usaha mikro dan komunitas budidaya menjadi langkah penting untuk meningkatkan daya saing. Perkembangan teknologi dan pasar digital menuntut pelaku usaha untuk terus beradaptasi agar mampu menjangkau peluang pasar yang lebih luas.
Kegiatan observasi di P2MKP Mina Mulya juga menjadi bagian dari penguatan ekosistem inovasi dan kewirausahaan digital yang dikembangkan Universitas Nusa Mandiri.
Sebagai perguruan tinggi yang mengusung identitas Kampus Digital Bisnis, UNM tidak hanya mendorong pengembangan teknologi di lingkungan akademik. Universitas juga berupaya memperluas penerapan inovasi melalui kolaborasi dengan masyarakat, komunitas, dan pelaku usaha di berbagai sektor.
Harapkan Kolaborasi Lanjutan untuk Kemajuan Akuakultur
Pendekatan tersebut membuka peluang bagi mahasiswa dan pengembang startup untuk memahami kebutuhan pasar secara langsung. Dengan demikian, inovasi yang dikembangkan dapat memiliki orientasi pemecahan masalah dan potensi penerapan dalam kegiatan ekonomi masyarakat.
Kolaborasi dengan P2MKP Mina Mulya menjadi salah satu langkah untuk mempertemukan potensi sektor akuakultur dengan pengembangan teknologi digital. Melalui komunikasi dan pengamatan langsung, kebutuhan pelaku usaha dapat menjadi bahan pertimbangan dalam merancang inovasi yang tepat guna.
Melalui kegiatan ini, NSC berharap dapat membuka peluang kerja sama lanjutan dengan P2MKP Mina Mulya dalam pengembangan startup berbasis teknologi. Kolaborasi tersebut diharapkan menghasilkan solusi digital yang dapat mendukung pengelolaan usaha dan meningkatkan daya saing bisnis budidaya ikan hias.
Digitalisasi sektor akuakultur juga berpotensi menjadi salah satu upaya untuk memperkuat pemasaran produk perikanan. Dukungan teknologi yang sesuai kebutuhan dapat membantu pelaku usaha beradaptasi dengan perubahan pola perdagangan dan perilaku konsumen.
Universitas Nusa Mandiri menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan inovasi, kolaborasi, dan pengembangan startup yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui peran NSC, potensi usaha lokal diharapkan dapat terhubung dengan perkembangan teknologi sehingga mampu menciptakan peluang bisnis baru dan memperkuat daya saing sektor akuakultur di era digital.
Leave a Reply