Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan (P2MKP) menggelar pelatihan budidaya ikan gurame untuk menambah wawasan dan keterampilan para pembudidaya ikan gurame.

Kegiatan ini berkaitan dengan rencana pengembangan budidaya ikan gurame di Tabalong. Pelatihan tersebut menjadi kesempatan bagi peserta untuk mempelajari teknik pembenihan, pembesaran, serta pengendalian hama dan penyakit ikan.

Rahmani menjelaskan bahwa Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan Sido Makmur merupakan kelompok binaan Badan Pendidikan dan Pelatihan Perikanan Banyuwangi.

Kegiatan pelatihan budidaya ikan gurame ini merupakan pelatihan kedua yang diselenggarakan oleh kelompok tersebut. Pelatihan ini diarahkan untuk mendukung rencana pengembangan komoditas ikan gurame di Tabalong.

 

Baca Lebih Lanjut  : Pelaksanaan Pembinaan Kelembagaan P2MKP di Tamansari

Tujuan Pelatihan Budidaya Ikan Gurame

Peserta pelatihan berasal dari kalangan pembudidaya ikan. Mereka mendapatkan tambahan wawasan mengenai teknik pembenihan dan pembesaran ikan gurame, termasuk cara pengendalian hama dan penyakit ikan. Materi tersebut diharapkan dapat memperluas pengetahuan peserta mengenai tahapan budidaya ikan gurame dan memberikan bekal untuk menerapkannya dalam kegiatan usaha.

Rahmani menambahkan bahwa selama ini kelompok pembudidaya ikan lebih banyak melakukan pembenihan dan pembesaran ikan mas, nila, dan patin.

Oleh karena itu, pengembangan budidaya ikan gurame perlu diuji coba sebagai pilihan kegiatan budidaya.

Melalui pelatihan ini, para pembudidaya dapat mengenal komoditas tersebut dan memperoleh pengetahuan yang sebelumnya belum menjadi fokus utama kegiatan kelompok.

Pengembangan budidaya ikan gurame di Tabalong menjadi alasan penting dilaksanakannya pelatihan.

Penambahan wawasan dan keterampilan diharapkan membantu pembudidaya memahami teknik yang diperlukan, baik untuk pembenihan maupun pembesaran.

Dengan demikian, pelatihan tidak hanya memberikan materi baru, tetapi juga mendukung rencana pengembangan usaha budidaya ikan gurame.

Pelatihan pengembangan Ikan Gurame oleh balai benih ikan

Pelatihan ini menghadirkan narasumber dari Distanakkan setempat. Narasumber berasal dari bidang perikanan, bidang perlindungan, serta Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Benih Ikan (BBI) Kambitin.

Keterlibatan narasumber tersebut berkaitan dengan penyampaian wawasan dan keterampilan mengenai budidaya ikan gurame kepada para peserta.

Rahmani menyampaikan bahwa Tabalong direncanakan mengembangkan budidaya ikan gurame. Karena itu, kegiatan pelatihan diharapkan dapat memberikan tambahan wawasan dan keterampilan kepada pembudidaya agar mampu menerapkan teknik pembenihan maupun pembesaran ikan gurame.

Pernyataan tersebut menegaskan hubungan antara materi pelatihan dan rencana pengembangan budidaya di wilayah tersebut.

Peran P2MKP Sido Makmur dalam Pelatihan Perikanan

P2MKP Sido Makmur telah menjadi binaan Badan Pendidikan dan Pelatihan Perikanan Banyuwangi sejak 2013. Sebelumnya, kegiatan pelatihan yang dilakukan kelompok ini berfokus pada pembenihan dan pembesaran ikan nila, mas, dan patin.

Pelatihan budidaya ikan gurame menjadi bagian dari kegiatan untuk memperluas wawasan pembudidaya terhadap komoditas yang direncanakan untuk dikembangkan di Tabalong.

Kelompok P2MKP Sido Makmur juga dibentuk sebagai percontohan bagi pembudidaya ikan lainnya. Keberadaannya memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengikuti kegiatan berlatih, magang, dan belajar secara langsung di tempat usaha kelompok.

Dengan cara tersebut, masyarakat dapat memperoleh pengalaman belajar yang berkaitan dengan kegiatan budidaya ikan.

Harapan Pengembangan Budidaya Ikan Gurame

Melalui pelatihan ini, pembudidaya diharapkan memperoleh pengetahuan tambahan mengenai pembenihan dan pembesaran ikan gurame, termasuk pengendalian hama dan penyakit. Pengetahuan tersebut menjadi bekal untuk mempertimbangkan penerapan teknik budidaya dalam kegiatan usaha masing-masing.

Pelatihan yang dilaksanakan P2MKP Sido Makmur sekaligus memperlihatkan peran kelompok binaan dalam menyediakan kesempatan belajar bagi masyarakat.

Dengan pengalaman pelatihan sebelumnya pada ikan nila, mas, dan patin, kelompok ini menjadi tempat pembelajaran sekaligus percontohan bagi pembudidaya lain. Rencana pengembangan ikan gurame di Tabalong diharapkan dapat didukung oleh peningkatan wawasan dan keterampilan yang diperoleh melalui kegiatan pelatihan.

Pelatihan tersebut menghubungkan kebutuhan pembudidaya dengan rencana pengembangan komoditas di daerah.

Peserta memperoleh kesempatan untuk mengenal materi yang berkaitan langsung dengan usaha budidaya, sementara kelompok penyelenggara menjalankan fungsi pembelajaran dan percontohan. Fokus pada pembenihan, pembesaran, serta pengendalian hama dan penyakit memberikan gambaran mengenai aspek yang perlu diperhatikan dalam budidaya ikan gurame.

Materi tetap berkaitan dengan tujuan kegiatan, yaitu menambah pengetahuan dan keterampilan pembudidaya.

Masyarakat diberikan kesempatan untuk berlatih, magang dan belajar di tempat usahanya