Pelaksanaan pembinaan kelembagaan Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan (P2MKP) berlangsung di Kecamatan Tamansari pada 12 Juli 2017. Kegiatan ini menjadi forum untuk mengevaluasi perkembangan peran dan fungsi P2MKP sebagai wadah peningkatan sumber daya masyarakat dalam kegiatan budidaya ikan. Informasi kegiatan tersebut dipublikasikan pada 13 Juli 2017.

Pembinaan ini menghadirkan tiga narasumber, yaitu Ir. Herlina, MM., penyuluh perikanan madya; Hj. Ellis Risyani, A.Pi., Kepala Seksi Perbenihan; serta Drs. Anief Hamzah, ketua P2MKP. Pertemuan tersebut membahas perkembangan lembaga dalam mendukung peningkatan kemampuan masyarakat membudidayakan ikan dan menghasilkan produk perikanan yang mampu bersaing.

Baca Juga : P2MKP Strategi Peningkatan Perikanan di Pangkalan

Peran Pembinaan Kelembagaan P2MKP

Pembinaan kelembagaan dilakukan untuk mengevaluasi sejauh mana P2MKP menjalankan peran dan fungsinya. Lembaga ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk meningkatkan sumber daya dan kemampuan dalam kegiatan budidaya ikan nila. Melalui evaluasi, perkembangan pelaksanaan fungsi P2MKP dapat dibahas bersama narasumber dan pihak yang terlibat.

Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut adalah kegiatan budi daya ikan nila BEST. Produksi ikan nila BEST diharapkan dapat berkembang menjadi produk yang mampu bersaing. Karena itu, penguatan peran P2MKP sebagai tempat peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat menjadi bagian penting dari pembinaan kelembagaan.

Narasumber yang hadir membawa peran sesuai bidang masing-masing. Ir. Herlina, MM., sebagai penyuluh perikanan madya, hadir dalam kegiatan pembinaan tersebut. Hj. Ellis Risyani, A.Pi., menjabat sebagai Kepala Seksi Perbenihan, sedangkan Drs. Anief Hamzah merupakan ketua P2MKP. Pertemuan ini menjadi kesempatan untuk mengevaluasi perkembangan lembaga dan membahas pelaksanaan peran P2MKP dalam kegiatan budi daya ikan.

Pembahasan mengenai peran dan fungsi P2MKP berkaitan dengan upaya meningkatkan kemampuan masyarakat. Dengan adanya wadah pelatihan, kelompok dan anggotanya dapat memperoleh dorongan untuk terus mengembangkan kegiatan budi daya. Evaluasi kelembagaan juga membantu meninjau kebutuhan agar kegiatan pelatihan tetap berjalan sesuai tujuan peningkatan sumber daya masyarakat.

Dukungan Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bogor

Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bogor turut mendorong P2MKP agar terus melaksanakan kegiatan pelatihan. Salah satu perhatian dalam kebijakan dinas adalah keberlanjutan kurikulum pelatihan yang terstandar. Kurikulum standar diperlukan agar pelaksanaan pelatihan memiliki acuan yang jelas bagi kelompok dan anggotanya.

Selain mendorong kurikulum standar, kebijakan tersebut juga diarahkan untuk memotivasi kelompok dan anggota P2MKP agar memiliki sertifikasi. Sertifikasi yang disebutkan dalam kegiatan ini meliputi Cara Pembenihan Ikan yang Baik (CPIB) dan Cara Budi Daya Ikan yang Baik (CBIB). Kedua sertifikasi tersebut menjadi bagian dari dorongan agar kelompok dan anggotanya memperhatikan standar dalam kegiatan perikanan.

Penguatan Pelatihan dan Daya Saing Produk

Pembinaan kelembagaan P2MKP menghubungkan evaluasi peran lembaga dengan peningkatan kualitas kegiatan pelatihan. Perhatian terhadap kurikulum standar dan sertifikasi menunjukkan bahwa pelatihan tidak hanya berfokus pada pelaksanaan kegiatan, tetapi juga pada dorongan untuk memenuhi standar yang ditetapkan.

Pengembangan produksi ikan nila BEST yang mampu bersaing menjadi salah satu hal yang dibahas dalam konteks peningkatan kemampuan masyarakat. Melalui pembinaan dan pelatihan, P2MKP diharapkan dapat terus menjalankan fungsinya sebagai wadah pembelajaran bagi masyarakat pembudidaya ikan.

Kegiatan pembinaan kelembagaan P2MKP di Kecamatan Tamansari pada 12 Juli 2017 melibatkan narasumber dari bidang penyuluhan perikanan, perbenihan, dan kelembagaan. Pertemuan tersebut mengevaluasi peran P2MKP dalam meningkatkan sumber daya masyarakat untuk budi daya ikan, termasuk pengembangan produksi ikan nila BEST agar mampu bersaing.

Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bogor mendorong pelaksanaan pelatihan dengan kurikulum standar serta memotivasi kelompok dan anggota untuk memiliki sertifikasi CPIB dan CBIB. Pembinaan ini menegaskan pentingnya evaluasi kelembagaan, pelatihan terarah, dan perhatian terhadap standar untuk mendukung kegiatan budidaya ikan.

Pelatihan P2MKP sebagai wadah masyarakat memproduksi ikan nila untuk dapat menembus pasar dan mampu bersaing Serta memiliki sertifikasi yang baik.

Langkah pembinaan ini juga memberi ruang untuk menyampaikan perkembangan kegiatan dan kebutuhan kelompok.
Dengan demikian, evaluasi dapat menjadi bahan pembahasan bagi pihak yang terlibat dalam menjaga keberlanjutan pelatihan serta fungsi P2MKP sebagai wadah belajar masyarakat.