
Kabupaten Temanggung dikenal sebagai salah satu sentra tembakau. Namun, kondisi usaha tembakau beberapa tahun terakhir semakin tidak menentu. Perubahan cuaca yang dikaitkan dengan pemanasan global, ditambah tantangan bisnis akibat fatwa rokok haram dan undang-undang pembatasan kadar nikotin, membuat usaha tembakau dinilai tidak lagi menjanjikan. Padahal, Temanggung memiliki potensi lain yang belum banyak dilirik, yaitu budidaya ikan, termasuk ikan hias.
Pahami Selanjutnya : P2MKP Pengembangan Budidaya Rumput Laut Tablolong
Potensi Perikanan di Lereng Sumbing dan Sindoro
Sejumlah wilayah Temanggung yang berada di bawah Gunung Sumbing dan Sindoro memiliki sumber daya air yang tersedia sepanjang tahun. Kondisi ini menjadi peluang untuk mengembangkan Ikan Koi di wilayah Temanggung.
Potensi tersebut dapat dibandingkan dengan daerah sekitar Gunung Merapi yang berkembang sebagai sentra perikanan air tawar. Ngrajeg di Muntilan, Kabupaten Magelang, dikenal dengan produksi ikan air tawar. Boyolali memiliki kampung lele, sedangkan Klaten dikenal dengan kampung nila dan produksi nila merah strain Janti atau Larasati. Di bagian selatan Merapi, Yogyakarta juga memiliki sentra perikanan air tawar, termasuk ikan hias dan lobster air tawar. Dengan sumber air dari dua gunung, Temanggung memiliki peluang besar untuk mengembangkan usaha perikanan.
Papilon Mengembangkan Ikan Koi
Salah satu kelompok yang menunjukkan potensi tersebut adalah Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) hias Papilon. Nama Papilon berasal dari singkatan “Parakan Pinggir Kulon”, sesuai lokasi kolam di sebelah barat Parakan Kauman, Kecamatan Parakan. Pada 2011, kelompok ini meraih juara III Lomba Kelembagaan Kelompok Pembudidaya Ikan Hias Tingkat Nasional.
Usaha utama Papilon meliputi budidaya ikan koi, mulai dari pemijahan, pembesaran hingga pemasaran. Kelompok ini juga membudidayakan ikan koki, cupang, dan black molly. Meski menggunakan sarana dan prasarana terbatas serta memanfaatkan sumber daya di sekitar, Papilon mampu menghasilkan ikan berkualitas. Produknya menjuarai sejumlah kontes koi di Yogyakarta dan meraih juara I tingkat Provinsi Jawa Tengah.
Papilon sebagai P2MKP
Kelompok yang dipimpin Untung Sugiharto ini ditetapkan sebagai Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan (P2MKP) ikan hias sejak 2011. Untung tinggal di Sidorejo, Parakan Kauman, dan juga menjabat Wakil Ketua Ikatan Penyuluh Perikanan Indonesia (IPKANI) Temanggung serta Penyuluh Perikanan Swadaya Kabupaten Temanggung.
Untung telah membudidayakan koi sekitar 20 tahun melalui Usagi Koi Farm. Ia meraih juara II varietas Taisho Sansoku ukuran 35 cm dan juara III varietas Showa Sansoku ukuran 35 cm pada Jogja Koi Show 2010. Papilon juga mendapat penghargaan sebagai pelopor budidaya ikan hias di Temanggung, juara I lomba ikan hias tingkat Provinsi Jawa Tengah 2011, juara III Pokdakan ikan hias tingkat nasional 2011, serta penghargaan Adhi Bhakti Bahari 2011 di Pekanbaru.
Pelatihan dan Pengembangan Budidaya
Sebagai P2MKP, Papilon sedang mengurus sertifikasi Cara Pembenihan Ikan yang Baik (CPIB). Kelompok ini juga menerima tali asih dari Gubernur Jawa Tengah setelah memenangkan lomba tingkat nasional. Penghargaan tersebut diserahkan di Gedung Rapat Kantor Gubernur di Semarang pada 22 Desember 2011.
Anggota Papilon kerap menjadi narasumber pelatihan budidaya ikan hias dan nila dalam program PNPM dan PKBM. Mereka mengikuti pelatihan, temu lapang, serta kegiatan apresiasi budidaya ikan hias di Blitar, Bandung, dan Bekasi. Kelompok ini juga mengikuti peningkatan kapasitas pengelola P2MKP di Jakarta pada 2011, 2012, dan 2013, Apresiasi Kelembagaan Pembudidaya Ikan Provinsi Jawa Tengah 2014, serta Pekan Nasional (PENAS) 2014 di Malang.
Papilon masih dibina Taufik Aries, Konsultan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Pada 2014, kelompok ini dipilih Balai Penelitian dan Pengembangan Benih Ikan Hias (BPPBIH) Depok sebagai demplot dan lokasi aplikasi vaksin KHV.
Sampai sekarang Kelompok Pembudidaya Ikan Hias “Mina Papilon” masih secara khusus dibina langsung oleh Bp Taufik Aries selaku Konsultan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan
Peningkatan Kapasitas Pengelola P2MKP di Jakarta 2011, 2012 dan 2013. Menjadi Peserta Apresiasi Kelembagaan Pembudidaya Ikan Provinsi Jawa Tengah 2014 dan terakhir menjadi Peserta Pekan Nasional
Keberhasilan Papilon menunjukkan bahwa keterbatasan sarana tidak selalu menghalangi pengembangan budidaya ikan hias. Dengan sumber air yang tersedia sepanjang tahun dan pengalaman kelompok dalam produksi, pelatihan, serta kontes, Temanggung berpeluang mengembangkan perikanan sebagai alternatif usaha masyarakat, baik ikan konsumsi maupun ikan hias.
Leave a Reply