(Agus Rochdianto, Bali 2014) Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan (P2MKP) Karya Lestari dari Kabupaten Tabanan dipercaya Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melatih kaum wanita dari negara anggota Melanesian Spearhead Group (MSG) bidang pengolahan hasil perikanan.

Terkait hal itu, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti saat Pembukaan Program Pelatihan Internasional bidang Pengolahan hasil Perikanan dan kerajinan kerang-kerangan bagi Negara anggota MSG di Tabanan, Senin (28/4) menyatakan rasa bangga dan terima kasihnya. “Terima kasih kepada Kemenlu dan KKP karena telah memberikan kepercayaan kepada P2MKP Karya Lestari. Terima kasih juga karena Tabanan diberi kepercayaan sebagai lokasi pembukaan pelatihan,” katanya.

Pada kesempatan tersebut Bupati Tabanan juga memaparkan tentang Visi dan Misi Pemkab Tabanan yakni Tabanan Sejahtera, Aman dan Berprestasi. Diungkapkan juga tentang berbagai Potensi Perikanan dan kelautan di Kabupaten Tabanan.”Khusus bidang kelautan dan perikanan saya menaruh perhatian dan harapan besar karena potensinya bisa menjadi unggulan untuk kemajuan masyarakat Tabanan,” paparnya.

Bupati Tabanan sematkan tanda peserta

Bupati Tabanan sematkan tanda peserta

Sementara itu mantan Dubes Indonesia untuk Fiji, Aidil Chandra Salim mewakili Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Kemenlu RI, dalam sambutannya mengungkapkan, pelatihan ini merupakan kerjasama antara Kemenlu dengan BPSDM Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Menurut Salim, pelatihan ini bertujuan untuk berbagi pengalaman Indonesia di bidang pengolahan hasil perikanan dan kerajinan kerang-kerangan. “Pelatihan ini merupakan implemantasi dari joint statement antara Menlu RI dan Menlu-menlu negara MSG pada saat berkunjung ke Indonesia Februari 2014 lalu,” katanya sambil menegaskan Pelatihan ini juga dilaksanakan dalam kerangka Kerjasama Selatan Selatan dan Triangular Indonesia (KSST).

Peserta dari negara-negara Melanesia tinjau pameran

Peserta dari negara-negara Melanesia tinjau pameran

Salim juga menyebutkan, Pelatihan ini diikuti delapan peserta dari Indonesia dan lima orang peserta asing dari negara Vanuatu, Papua Nugini, Timor Leste, Solomon Islands dan Sekretariat MSG. ” Pelatihan dilaksanakan di Hotel Amaroossa, Nusa Dua, tanggal 28 April – 2 Mei 2014,” tegasnya.

Tonggak sejarah

Di sela-sela kegiatan, Ketua P2MKP Karya Lestari Ni Made Putriningsih Wirna menyatakan rasa bangganya karena pihaknya dipercaya sebagai narasumber untuk memberikan pelatihan di bidang pengolahan hasil perikanan. “Pelatihan tingkat internasional ini merupakan tonggak sejarah bagi P2MKP di Bali. Mudah-mudahan kerjasama dan kepercayaan yang diberikan oleh Kemenlu dan KKP ini bisa berlanjut,” katanya berharap.

Bupati Tabanan didampingi Ketua P2MKP Karya Lestari dan mantan dubes

Bupati Tabanan didampingi Ketua P2MKP Karya Lestari dan mantan dubes

Menurut Putriningsih Wirna, dalam pelatihan kali ini pihaknya akan memberikan materi teori dan praktek pengolahan hasil perikanan. Di antaranya pembuatan nugget, bakso, kaki naga, keong mas, siomay dan keripik teri wijen.”Materinya lebih banyak berupa praktek, peserta langsung mencoba membuat olahan ikan sesuai teori. Kami berharap apa yang dipraktekkan bisa ditularkan kepada kaum wanita lain di negaranya masing-masing,” ujarnya.

Putriningsih Wirna juga menyatakan kesiapannya bila suatu saat diundang ke negara-negara di kawasan melanesia untuk memberikan pelatihan serupa. “Bila memang ada undangan, kami selalu siap untuk memberikan pelatihan. Di mana pun. Termasuk di negara-negara melanesia,” tegasnya. (gus)

Keterangan foto: Peserta pelatihan bersama narasumber, pejabat Kemenlu dan KKP, Bupati dan Muspida Tabanan foto bersama usai pembukaan.

Sumber : klik di sini >>>

Silahkan isi komentar anda di bawah ini :

komentar