Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan (P2MKP) Karya Lestari menggelar pelatihan pengolahan dan pemasaran hasil perikanan dengan tujuan untuk memberdayakan dan meningkatkan peran kaum wanita di bidang perikanan. Pelatihan tersebut digelar di Aula dan bangsal pengolahan ikan di kompleks Balai Benih Ikan (BBI). Pelatihan ini dibuka oleh Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanlaut) Kabupaten Tabanan I Made Subagia, S.Pi, MM, Sabtu (Tabanan; 27/10/12).

P2MKP Karya Lestari diketuai oleh  Ni Made Putriningsih Wirna, selaku penyelenggara mengungkapkan bahwa pelatihan yang digelar selama empat hari mulai Sabtu (27/10) – Selasa (30/10) ini diikuiti oleh 20 peserta yang seluruhnya wanita. Peserta berasal dari Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar), juga berasal dari DharmaWanita, PKK, masyarakat umum serta siswi SMK Dwi Tunggal yang memiliki keinginan kuat untuk melatih diri di bidang perikanan. Ketua P2MKP Karya Lestari menyebutkan bahwa pelatihan yang digelar bekerjasama dengan Balai Pendidikan dan Pelatihan Perikanan (BPPP) Banyuwangi dan Diskanlaut Tabanan diselenggarakan secara gratis.

Selain Ketua P2MKP, Putriningsih Wirna juga menjabat sebagai Ketua Dharma Wanita Kabupaten Tabanan. Beliau berharap, ke depan pelatihan yang dilaksanakan oleh P2MKP Karya Lestari ini pesertanya ada yang berasal dari perwakilan LSM serta organisasi lain yang memiliki kepedulian kepada wanita. Menurutnya sampai saat ini peran wanita di bidang perikanan masih sangat minim. Terkait hal itu, melalui pelatihan ini ke depan peran wanita di bidang perikanan bisa lebih ditingkatkan. Baik itu dalam hal budidaya ikan, pengolahan dan pemasaran.

Melalui pelatihan pengolahan dan pemasaran ikan , Putriningsih yang juga istri Sekda Tabanan Nyoman Wirna Ariwangsa ini juga berharap ibu-ibu rumah tangga sebagai peserta pelatihan memiliki ilmu dan keterampilan dalam pengolahan ikan sehingga ke depan keterampilan ini bisa dimanfaatkan untuk peningkatan ekonomi keluarga. “Kami berharap ibu-ibu rumah tanggga bisa memiliki pekerjaan dari kegiatan mengolah dan memasarkan hasil perikanan,” harapnya.

 

Aneka Olahan Ikan Lele sebagai Solusi Over Produksi

Pada pelatihan ini para peserta dilatih cara pengolahan abon, bakso, kaki naga, steak, nugget dan keong emas dengan bahan baku utama berupa daging ikan lele dengan porsi praktek lebih besar dibandingkan dengan teori. Komoditas ikan lele menjadi pilihan, karena di Kabupaten Tabanan sering mengalami over produksi lele. Dengan adanya pengolahan lele ini, diharapkan pada saat pembudidaya ikan lele over produksi, lelenya bisa diserap oleh Poklahsar untuk diolah lebih lanjut menjadi aneka olahan modern.

Daging ikan lele bisa diolah menjadi berbagai macam olahan ikan (Sumber Gambar : www.agusrochdianto.blogspot.com)

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanlaut) Kabupaten Tabanan, I Made Subagia, S.Pi, MM yang ditemui di sela-sela kegiatan menyambut positif dipilihnya daging ikan lele sebagai bahan baku utama pengolahan ikan dalam pelatihan yang digelkar P2MKP Karya Lestari ini, karena produksi ikan lele di Kabupaten Tabanan cukup melimpah. Selain itu, juga untuk membuktikan bahwa daging ikan lele sebenarnya bisa diolah menjadi aneka olahan modern seperti nugget, kaki naga, ekado dan sejenisnya.

Menurut Made Subagia, dengan adanya usaha aneka olahan dari daging ikan lele, ke depan diharapkan pasar lele bisa lebih terbuka lebar. Selain itu, harga jual ikan lele juga bisa lebih ditingkatkan. “Selama ini aneka olahan ikan umumnya menggunakan bahan dari ikan laut. Melalui pelatihan ini kita perkenalkan bahwa daging ikan lele sebenarnya juga bisa diolah menjadi aneka olahan modern,” tegasnya. (gus)

Silahkan isi komentar anda di bawah ini :

komentar