Inovasi P2MKP KIS Kabupaten Gresik Meningkatkan Survival Rate Benih Bandeng
Bandeng adalah jenis ikan konsumsi yang tidak asing bagi masyarakat. Bandeng merupakan hewan air yang bandel, artinya bandeng  dapat hidup di air tawar, air asin maupun air payau. Selain itu bandeng relative tahan terhadap berbagai jenis penyakit yang biasanya menyerang hewan air. Sampai saat ini sebagian besar budidaya bandeng masih dikelola dengan tehnologi yang relative sedarhana dengan tingkat produksinya yang relative rendah. Jika dikelola dengan system yang lebih intensif produktivitas bandeng dapat meningkat hingga 3  (tiga)  kali lipat.

Benih Bandeng (bloggocok.blogspot.com)

Pemeliharaan bandeng yang sehat mensyaratkan air dan tambak yang bersih serta tidak tercemar. Bandeng konsumsi pada dasarnya dihasilkan melalui 3 (tiga) tahap budidaya yakni pembenihan, pendederan dan pembesaran. Bandeng konsumsi dihasilkan dari tambak pembesaran, benih tambak pembesaran adalah dari gelondongan yang dihasilkan dari tambak pendederan. Tambak pendederan memelihara nener  yang dihasilkan oleh pembenihan. Teknologi pemeliharaan bandeng dapat dilakukan secara tradisional, semi intensif dan intensif.
Melihat kondisi para pembudidaya ikan bandeng ditambak sekitar lokasi P2MKP KIS yang hasil produksinya relative rendah, pengelola P2MKP  KIS tergerak rasa keingin tahuannya apa yang sekiranya menjadi penyebab rendahnya hasil berbudidaya ikan bandeng tersebut. Setelah diketahui  hasil dari identifikasi ada beberapa penyabab  yang menjadi gagalnya produksivitas budidaya ikan bandeng tambak tradisional.  Maka diambil suatu keputusan untuk di laksanakan  mengatasi masalah yang dianggap paling krusial dalam berbudidaya dan sekaligus dapat meningkatkan pendapatan masyarakat pembudidaya ikan ditambak tradisional.
Pemeliharaan ikan bandeng  ditambak selain harus menggunakan teknologi  berbudidaya yang baik juga harus memahami bagaimana menghadapi serangan hama dan penyakit.
Menurut Ali Purnomo ada empat golongan hama dan penyakit ditambak yakni :

  • Predator / pemangsa yang terdiri ikan buas dan liar, kadal, kepiting dan berang – berang.
  • Competitor/ pesaing yang terdiri dari ikan liar dan siput.
  • Hama yakni penggali organism pelapuk kayu dan kerang-kerang
  • Penyakit parasite yakni penyakit yang disebabkan oleh virus bakteri dan protozoa.
Dari tiga tahap kegiatan dalam berbudidaya ikan bandeng di tambak, P2MKP KIS memilih satu diantaranya yaitu melakukan kegiatan pendederan  benih/nener bandeng, sebagian besar nener sampai saat ini masih diperoleh dengan cara penangkapan secara alamiah, hanya sebagian kecil nener yang dihasilkan oleh budidaya  (hatchery). Nener yang dijual untuk di pelihara umumnya berumur antara  21 hari sampai 28 hari. Secara fisik besar nener dengan umur tersebut adalah seukuran jarum dan tubuhnya transparan dengan panjang sekitar 12 -13 mm. Bandeng  dewasa melepaskan telurnya ditengah  laut yang berjarak  sekitar  9 Km dari garis pantai. Telur itu mengambang dan dibawa ombak, dalam perjalanan telur menetas dan terbawa ke pantai atau muara sungai. Di pasar  local saat ini nener berukuran 12 -13 mm mencapai harga  Rp 100.000,- per rean.
Inovasi yang dilakukan oleh P2MKP – KIS  sangat sederhana, walaupun demikian manfaatnya sangat dirasakan oleh petani tambak ikan dilingkungannya. Yaitu pendederan ikan bandeng dikolam terpal. Pendederan adalah bagian proses budidaya dari nener menjadi gelodongan. Pola  pemeliharaan tahap pendederan  umumnya dilakukan secara intensif atau semi intensif. Hal ini dimaksudkan agar dapat mengatur waktu panen sehingga sesuai dengan siklus permintaan tambak pembesaran. Dengan inovasi yang dilakukan P2MKP KIS  akan dapat  memenuhi hal tersebut.  P2MKP KIS  berinovasi pendederan ikan bandeng dikolam terpal. Untuk mengajak petani tambak yang lainnya meningkatkan hasil tambaknya dengan mengintensifkan pendederannya karena dimasa pendederan ini yang diduga terjadinya mortalitas yang tinggi.  Dengan melakukan pendederan di kolam terpal tidak membutuhkan lahan yang luas  cukup dengan ukuran 2 m x 4 m, atau 3 m x 4 m dan dapat dilakukan dimana saja dan sekaligus dapat dipantau kapan diberi pakan dengan dosis yang sesuai, terhindar dari serangan hama dan penyakit.
Kolam terpal sebelumnya oleh  orang-orang budidaya hanya  digunakan  untuk memelihara jenis ikan  lele, ikan tawes, ikan nila dan ikan gurami. Dan sekarang P2MKP KIS telah melakukan pendederan ikan bandeng dengan kolam terpal agar dapat memantau dengan seksama keadaan / kondisi nener  baik  waktu pagi, siang dan malam.  Selain itu  masih banyak kelebihan yang didapat dari pendederan dikolam terpal diantaranya :

  • Tingkat kelangsungan hidup benih/ Survival Rate ( SR )  meningkat > 70 % yang sebelumnya tingkat kelangsungan hidup benih hanya ± 30 % saja ( hasil quesioner dan wawancara ).
  • Tidak memerlukan lahan yang luas.
  • Dapat dijadikan usaha rumah tangga.
  • Terhindar dari serangan hama.
  • Dalam memberikan pakan lebih terkontrol.
  • Salinitas air mudah dikendalikan.
  • Dapat dengan mudah kapan benih ikan akan dipanen.

Pendederan ikan bandeng diKolam terpal ini merupakan inovasi yang dilakukan oleh P2MKP KIS – Kabupaten  Gresik  dapat memberikan harapan yang lebih besar akan keberhasilan dalam berbudidaya ikan bandeng.   Kepadatannya mencapai 3000  – 5000  per m3 (P2MKP KIS), pakan yang diberikan adalah pakan Cp  Prima  berprotein tinggi / protein 43. Setelah  1 minggu  dalam pendederan, ikan diberi pakan / diganti dengan pakan protein yang  lebih rendah sedangkan dosisnya  bermain pada respon ikan.

Silahkan isi komentar anda di bawah ini :

komentar