P2MKP Menyongsong Blue Economy, Harapan Baru bagi Optimalisasi Pembangunan Kelautan dan Perikanan

(Firman Pra Setia Nugraha, S.St.Pi) – Kementerian Kelautan dan Perikanan sebagai institusi utama yang mengelola kegiatan kelautan dan perikanan di Indonesia telah menjadikan konsep blue economy sebagai salah satu kebijakan utama selain dari industrialiasi dan minapolitan. Blue Economy menjadi salah satu tiga pilar utama pembangunan kelautan dan perikanan, hal tersebut dikarenakan setiap pilar saling berhubungan satu sama lainnya. Minapolitan sebagai konsep pembangunan kelautan dan perikanan berbasis wilayah khusus kegiatan kelautan dan perikanan, Industrialisasi sebagai konsep optimalisasi usaha dari hulu ke hilir, dan Blue economy sebagai konsep penambahan nilai ekonomis suatu produk.

Sebagaimana kita ketahui blue economy merupakan konsep pengembangan ekonomi berbasis zero waste dan berkelanjutan yang dikelola secara komprehensif dengan manajemen berkesinambungan dan pelestarian. Karenanya sangatlah penting penerapan konsep blue economy dalam setiap aspek usaha khususnya di sektor kelautan dan perikanan.

Saat ini paradigma blue economy menjadi orientasi baru di dalam pembangunan kapasitas sumber daya manusia dan pembangunan kelautan dan perikanan. Pendidikan dan pelatihan merupakan kunci bagi keberhasilan pembangunan kelautan dan perikanan secara berkelanjutan. Pendidikan dan pelatihan tidak hanya mengatasi masalah kemiskinan dan meningkatkan indeks pembangunan manusia semata, tetapi sangat strategis bagi konservasi keberlanjutan pembangunan kelautan dan perikanan. Blue economy yang dikembangkan sebagai subjek pendidikan dan pelatihan akan membuat generasi muda yang akan mengisi pembangunan kelautan dan perikanan di masa depan mampu mengembangkan inovasi dan kreativitas serta teknologi yang ramah lingkungan.

Seiring dengan kebijakan blue economy, program pengembangan SDM melalui pelatihan juga diarahkan untuk dapat mengimplementasikan konsep “blue economy”. Peran pelatihan ini lebih banyak dikembangkan dengan model pelatihan secara mandiri seperti di P2MKP.

Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan (P2MKP) merupakan lembaga pelatihan/permagangan di bidang kelautan dan perikanan yang dibentuk dan dikelola oleh pelaku utama maju di bidang kelautan dan perikanan baik perorangan maupun kelompok. P2MKP merupakan wujud partisipasi dan keswadayaan masyarakat ikut mengembangkan SDM melalui pelatihan dari, oleh dan untuk masyarakat.

Konsep blue economy saat ini telah banyak diimplementasikan oleh Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan (P2MKP) dalam pengembangan usahanya dan “ditularkan” secara tidak langsung dalam setiap kegiatan pelatihan yang telah berlangsung. Sebagai contoh di P2MKP Tiga Diva Sidoarjo yang merupakan P2MKP bidang pengolahan hasil perikanan khususnya berbahan baku ikan bandeng yang telah menerapkan konsep blue economy sejak lama. Hal tersebut dibuktikan dengan pemanfaatan secara penuh bahan baku olahannya sehingga setiap bagian dari bahan baku tersebut dapat dimanfaatkan. Mulai dari daging dan kepala dibuat olahan bandeng tanpa duri kemudian bagian tulang diolah menjadi abon kalsium, bagian usus dan jeroan dimanfaatkan sebagai pakan ikan. Dengan cara tersebut setiap bagian dari bahan baku yang dipergunakan seluruhnya termanfaatkan dan tentunya menambah nilai ekonomis bahan baku produk yang digunakan.

Penambahan nilai ekonomis ini tentunya akan membuka peluang usaha baru dan berbanding lurus dengan penambahan jumlah lapangan pekerjaan yang dibutuhkan, karena pemanfaatan sisa bahan baku tersebut membutuhkan tambahan tenaga kerja untuk mengolahnya dan tentunya dengan penambahan tenaga kerja tersebut maka akan mengurangi tingkat pengangguran masyarakat dan otomatis meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, seluruh bahan baku yang termanfaatkan tadi tidak akan menimbulkan limbah sehingga keberlangsungan usaha dan sumberdaya alam bisa terjamin.

Sebagai informasi saat ini beberapa P2MKP yang berada di wilayah binaan Balai Pendidikan dan Pelatihan Perikanan (BPPP) Banyuwangi telah mengembangkan usaha yang dimilikinya berbasis blue economy baik dalam bidang budidaya maupun pengolahan hasil perikanan. Saat ini terdapat ±64 P2MKP yang terdapat di wilayah binaan BPPP Banyuwangi dan lebih dari 40% telah menerapkan konsep blue economy dalam kegiatan usaha dan pelatihan yang dilaksanakan.

Dengan adanya blue economy sebagai konsep usaha yang diterapkan oleh para pengusaha di P2MKP maupun para calon pengusaha yang telah maupun akan mengikuti pelatihan baik di P2MKP maupun pelatihan yang diadakan oleh Balai Pendidikan dan Pelatihan Perikanan diharapkan dapat mengoptimalkan pembangunan kelautan dan perikanan yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi sehingga tercipta kesejahteraan bagi masyarakat.

sumber : PUSLAT KKP

Silahkan isi komentar anda di bawah ini :

komentar